Hubungi Kami

085935001377

Alamat Email

komunitas.gua@gmail.com

Basecamp Kawan Gua

Vila Pamulang Mas ,Pamulang, Tangsel

Menko Marves Resmikan Pengelolaan Sampah Plastik di Batam: 20 Juta Botol Plastik Didaur Ulang

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan  meresmikan PT Free the Sea (Grup PT. WIK), perusahaan daur ulang sampah plastik untuk digunakan sebagai bahan baku upcycling produksi coffee maker.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah terus mendorong komitmen para pihak untuk daur ulang sampah plastik menjadi produk yang lebih bermanfaat.

“Upaya ini merupakan komitmen yang sangat luar biasa di mana perusahaan manukfaktur peralatan rumah tangga menggunakan bahan baku dari sampah plastik menjadi material bernilai tinggi,” tegas Luhut saat meresmikan fasilitas daur ulang sampah plastik ini, di Batam, akhir pekan lalu.

PT. WIK dan PT Free the Sea telah menggandeng 20 pengepul dan 700 individual kolektor serta mendaur ulang 20 juta sampah botol plastik dan menghasilkan 1 juta unit coffee maker. PT. Free the Sea juga melakukan pembinaan kepada beberapa sekolah di Batam untuk peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber.

Menko Marves mengingatkan, sampah plastik jika tidak dikelola berpotensi mencemari lingkungan dan menjadi mikroplastik.  Hal ini akan menjadi masalah besar bagi kehidupan dan lingkungan. Recycling plant yang dibangun, serta pengintegrasian penggunaan recycled resin dalam satu proses industri menurut Luhut merupakan contoh konkret dari penerapan zero waste, circular economy, dan green industry .

Menurut Luhut, sampah plastik sudah menjadi isu transboundary dan menjadi salah satu perhatian Badan PBB yang mengurusi isu lingkungan, yang saat ini sedang berlangsung pembahasan kesepakatan internasional dalam mengatur pengurangan sampah plastik.

“Kolaborasi menjadi faktor yang sangat penting, skema sirkular ekonomi merupakan skema yang dapat diterapkan oleh produsen, tidak hanya untuk kelangsungan bisnis yang dijalankan namun lingkungan sekitar sehingga menguntungkan semua pihak,” jelas Menko Luhut.

Luhut juga mengingatkan, selain kolaborasi yang juga harus disadarkan adalah rasa tanggung jawab pada lingkungan dengan cara tidak merusak lingkungan, sebab generasi mendatang akan hidup dari lingkungan yang dijaga sekarang ini

Ia juga menegaskan, setiap pihak bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah sampah plastik. Setiap upaya penanganan sampah plastik harus dilakukan secara kolaboratif dari hulu ke hilir. Ia juga meminta untuk tidak mengecilkan peran individual collector atau pengepul.  Karena bisa saja dari para pengepul inilah potensi terpapar mikroplastik selama ini bisa dikurangi

admin
Author: admin

Add a Comment

Your email address will not be published.